energi lihat situs sponsor
 
Sabtu, 19 April 2014  
 


kembali ke depan »  
Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Menteri ESDM Tandatangani Kebijakan Batubara Nasional
Dept. Energi & Sumber Daya Mineral

Kamis, 29 Januari 2004 - 16:44 WIB

Semakin menipisnya cadangan minyak bumi Indonesia, naiknya harga minyak di pasar internasional, meningkatnya konsumsi dalam negeri, keterbatasan kemampuan kilang dalam negeri, masih tingginya peran bahan bakar minyak dalam energy mix (68,7ada tahun 2002) dan posisi strategis minyak sebagai penghasil devisa negara semakin melemahkan kemampuan Pemerintah dalam melaksanakan kegiatan pembangunan.

Oleh karena itu, Pemerintah terus melakukan upaya untuk menurunkan ketergantungan pasokan energi dalam negeri terhadap minyak bumi dengan meningkatkan peran sumber daya energi non minyak. Salah satu energi alternatif yang diharapkan dapat menggantikan peran strategis minyak bumi untuk suplai energi di dalam negeri adalah batubara.

Hal ini sangat beralasan mengingat jumlah sumber daya batubara yang ada saat ini sekitar 50 miliar ton dengan cadangan terbukti yang siap dimanfaatkan untuk waktu 50 tahun, bandingkan dengan minyak (10 tahun) dan gas bumi (30 tahun) dan dengan distribusi sebaran yang relatif merata, sebagian besar cadangan batubara Indonesia berkualitas rendah yang tidak kompetitif untuk pasar ekspor maka sangatlah logis bila batubara menjadi sumber energi alternatif potensial yang dapat dikembangkan terutama untuk pasokan dalam negeri.

Saat ini, pemanfaatan batubara di dalam negeri masih terbatas, baru mencapai 13ari total energy mix. Di sektor kelistrikan, pangsa batubara terlihat lebih baik yaitu sekitar 34ari total energi yang digunakan. Untuk meningkatkan share batubara dalam energy mix, disamping masalah teknis, maka masalah lingkungan juga selalu menjadi isu yang mengemuka. Namun, hal ini dapat diatasi melalui pemanfaatan teknologi batubara bersih yang terus berkembang dengan pesat. Masalah lain yang juga perlu untuk segera diselesaikan adalah menyelesaikan berbagai persoalan yang terkait dengan investasi untuk menjamin keamanan suplai dalam negeri dalam jangka panjang.

Untuk mendukung peningkatan pemanfaatan batubara terutama untuk kebutuhan energi dalam negeri, maka pada hari ini, 29 Januari 2004 Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro telah menandatangani KBN (Kebijakan Batubara Nasional) yang merupakan acuan bagi semua pihak dalam pengembangan dan pemanfaatan batubara di Indonesia. Dengan tersusunnya KBN, diharapkan investasi di sektor batubara yang selama lima tahun terakhir terus menurun. dapat ditingkatkan sehingga pengembangan pemanfaatan batubara sebagai energi alternatif dapat berjalan sebagaimana diharapkan.

Dengan demikian, secara bertahap posisi strategis minyak bumi dalam energy mix dapat dikurangi yang sekaligus dapat menekan pengeluaran Pemerintah untuk pengadaan BBM, dan meningkatkan optimalisasi atas penerimaan Pemerintah dari minyak bumi. Bersamaan dengan itu, juga telah dilakukan peresmian Gedung Direktorat Pengusahaan Mineral dan Batubara yang dilengkapi dengan dukungan fasilitas Teknologi Informasi Mineral dan Batubara sebagai upaya untuk meningkatkan layanan kepada publik.

Sumber : ESDM (29-01-2004)

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 23 Maret 2004

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2014 LIPI